Kebodohan kaum muslimin menimbulkan sebuah fenomena Tasyabbuh dimana kaum Muslimin dengan mudahnya mengikuti budaya asing yang tidak sejalan dengan Ajaran Islam. Diantara adat dan kebiasaan itu adalah mengucapkan "Selamat Natal" dan membantu prosesi ibadah kafir Nashrani dengan dalih TOLERANSI BERAGAMA. Lalu bagaimana para ulama menyikapi itu ? Berikut pembahasannyaSyeikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin –rahimahullah- ditanya tentang hukum mengucapkan "Selamat Natal" dan bagaimana membalas ucapan mereka ketika mereka mengucapkannya kepada kita. Juga tentang boleh tidaknya pergi ke tempat-tempat upacara perayaan dalam rangka hari raya tersebut dan apakah seseorang berdosa jika melakukan –walau sedikit- apa yang sudah disebutkan tanpa maksud bersengaja, tapi ia lakukan karena basa-basi atau karena malu, atau terpaksa dan sebab-sebab lainnya. Dan Bolehkah menyerupai mereka dalam perayaan tersebut ?











.jpg)
